menatap langit yang kering
dengan hiasan bintang temaram
dijejali angin malam yang merasuk
menjelajah setiap mereka yang merasa
kadang dingin, sampai dahi ini mengernyit
juga kurang paham dengan semua
melambungnya pikiran hingga hampir fajar
hangat wajahmu terlekat dengan rupawan
seka lenganmu mengusap kegundahan di pagi buta
berbantalkan lengan kita menebas hari
bincang hangat menambah keceriaan segenap ruangan sempit itu
kecupan hangat memberikan suatu sisi romantis yang menyeruak, membelah dinginnya waktu
"suara apa itu ?"
diiring tawa lirih dikesunyian si raja siang yang mengintip, ingin menerkam tahta kegelapan
aku ingat itu, aku ingat itu semua.
aku ingat dan aku rindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar