Selasa, 03 September 2013

Nasi goreng buat Zeus


Siang sudah larut,
Dan sore itu murni,
Bening.
Aku berlomba dengannya,
Sebelum ia berkencan dengan malam.
Aku mengencanimu, dulu.

Anak SMA berhamburan,
Siswinya belajar memoles bibir,
Siswa berusaha mencopetnya.
Para guru masih kencing.
Kita rapat!

Dalam kanvas, saat itu ramai.
Mereka hanya jadi penghibur kasmaran kita.
Enak, seperti bumbu-bumbu nasi goreng.
Aku melahapnya, kamu sedikit.
Tapi bumbunya ada yang salah.
Jadi, tutup saja warungnya.

Bingung?
Zeus saja bingung.
Apalagi aku.


Bogor-Yogyakarta
25 Agustus 2013

Minggu, 11 Agustus 2013

Kopi gugur


Aku tidak hamil
Aku tidak bunting!
Tapi aku ngidam.

Kopi. Ya, Kopi.
Dia bilang, itu hitam;pahit.
Aku bilang itu menyesakkan.

Kopi. Ya, Kopi.
Dia bilang, itu enak;teman kerja.
Aku bilang itu enak;bikin mencret.

Kata orang, kopi dicampur beras itu enak.
"Jangan, beras itu putih. Aku tidak suka!"

Kopi. Ya, Kopi.
Ditumbuk dengan kening,
Dicampur dengan manis rupamu,
Diseduh oleh rindu mendidih,
Disajikan dengan cangkir warna biru donker.
"Jangan lupa, ikat dulu rambutmu. Nanti masuk ke kopinya lho!"

Aku tidak hamil
Aku tidak bunting!
Tapi aku gugurkan saja.



Merbabu38
Boyolali, 11 Agustus 2013

Jumat, 26 April 2013

Yakin, tapi diludahi

yakin. sebenarnya saya lebih 'ganteng'. tapi semuanya kembali pada Yang Maha Kuasa.
menginginkan keadilan, meskipun saya dulu (sering) diludahi keadilan.
tapi sakit itu anyir. kadang manis.
meraba erotis, tapi tidak lamis: sungguh-sungguh.
saya tidak bohong, dulu saya dibungkam 'sang empunya semua kelengkapan'.
memang tidak asin, kalau boleh jujur itu tidak enak. tapi enak.
beberapa detik saja cukup, sebagai penghilang jejak berminyak.
saya muda, penuh gairah tak kenal jengah.
masih berdiri dan sesekali mengintip

Baciro, Yogyakarta
24 April 2013

Rabu, 06 Februari 2013

tidak enak hati

Rintihan Lidah seakan meLukis sebuah sajak terinjak
Ayam sudah kurang waras disini;berkokok bersahut di pergantian hari
Rasa iba seperti nada minor yang dipetik dengan tempo horor
Mengimbuhkan rasa yang semakin geram seperti senar Layangan yang kusut punya bocah beringus itu

menghisap heLai demi heLai yang terpotong
Terbungkuskan kewangian,namun bukan harum perawan
"TerLaLu gurih",protesku
"Kepunyaanmu kemanisan",jawabnya agak Lama
Dawai masih di'genjreng' bukan dipetik
Seakan ingin meremasnya seperti pantat penyanyi dangdut idoLa tukang becak di pinggir kota-trotoar

Atap ini bukan dari iternit atau semacamnya
Hanya anyaman bambu yang sudah kacau dan hitam sedikit
Sandang berjejer seperti tentara yang setiap tanggaL tua
Juga teLaga ada disini;teLaga muka

Aq tidak merasa risih atau apapun
Hanya "tidak enak hati"....

Jombang
Rabu setengah 1 maLam
6 juLi 2011

terima kasih

detik jarum jam terlihat suram
lihat ! langkahnya pelan !
menyangkali realita, demi mendapat asa
mendustai diri
menimang hati meratap

janggutku disangga guling merah
raga dikunci kasur, yang juga merah
namun perasaan koyak, habis diperah !
jengah !
ya, jengah !

untung adinda menemani di bawah sayap indah burung surga
setia dalam cinta. setia mendengar dengung kesah dari yang dicinta.
menyambut pagi dengan mencari selular pembelian ibuku
disana, ayu wajahnya ada.
disana, hangat sambutnya aku rasa.

Kacau Galau

Lampu kuning menyorot
Mata cicak mengendap kerap
Aku tau, ia menghinaku.
Tak lelap dierami rindu
Hinggap seram
Di jiwa yang lama mati dan temaram

Rasa ini menggumpal besar
Mengembang bagai arum manis
Walau rasanya tidak manis
Asam-asam-asem
Hingga kecut mengkerut
Sumpah. Gigiku ngilu !

Kacau galau.
Jadi sakau.
Dirinya bukan empu,
Namun rindunya menghunus
Luk-luknya menikam
Entah berapa luknya,
Aku lupa.

Baciro, 5 Februari 2013