Selasa, 03 September 2013

Nasi goreng buat Zeus


Siang sudah larut,
Dan sore itu murni,
Bening.
Aku berlomba dengannya,
Sebelum ia berkencan dengan malam.
Aku mengencanimu, dulu.

Anak SMA berhamburan,
Siswinya belajar memoles bibir,
Siswa berusaha mencopetnya.
Para guru masih kencing.
Kita rapat!

Dalam kanvas, saat itu ramai.
Mereka hanya jadi penghibur kasmaran kita.
Enak, seperti bumbu-bumbu nasi goreng.
Aku melahapnya, kamu sedikit.
Tapi bumbunya ada yang salah.
Jadi, tutup saja warungnya.

Bingung?
Zeus saja bingung.
Apalagi aku.


Bogor-Yogyakarta
25 Agustus 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar