Memudar rindu terpendar
Menuju pusar, namun tak cemar
Di lidah samar, di hati getar
Rindu rimbun membelukar
Menggeliat liar.
Tak kupangkas, biar!
Segar
Memar
Kenapa?
Biar.
Kenapa tidak yang lainnya?
BIAR.
Jakarta Selatan,
20 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar