Ia yang berbunyi
Berbisik di telapak kaki
Kadang bening kadang pasi
Menunggu: untuk diusir
Ia yang masih bocah
Berderet di atas karpet
Mendesah pasrah
Entah kena ludah
Sudah. Sudah. Ingat, cah!
Ia yang bermusik
Ribut tapi indah; bukan Jazz
Buta nada, tempo, rhytme.
Dhuar.. Sreekk. Dhuar.. Sreekk.
Tetaplah bermusik meski tak didengar.
Menceracaulah, seperti sedia kala.
Alihkan teriakan mereka!
Tapi dengungkan rasa kami!!!
(mf-f)
Kami dijajah oleh saya!
Kami dijajah oleh kamu!
Kami dijajah oleh kami!
Ia yang meringkuk rindu berdiri
Dipasung. Sampai kakinya kesemutan.
Tapi tolong tuan, tetap tundukanlah badanmu.
Jangan sombong.
Aku juga takut kalau aku hanya ditipu.
Sahaya terlanjur terlalu meringkuk.
Jogja, 2 Nov 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar