Lampu kuning menyorot
Mata cicak mengendap kerap
Aku tau, ia menghinaku.
Tak lelap dierami rindu
Hinggap seram
Di jiwa yang lama mati dan temaram
Rasa ini menggumpal besar
Mengembang bagai arum manis
Walau rasanya tidak manis
Asam-asam-asem
Hingga kecut mengkerut
Sumpah. Gigiku ngilu !
Kacau galau.
Jadi sakau.
Dirinya bukan empu,
Namun rindunya menghunus
Luk-luknya menikam
Entah berapa luknya,
Aku lupa.
Baciro, 5 Februari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar